Di era digital seperti sekarang ini, komik mulai mendapatkan banyak perhatian. Di Indonesia, banyak komikus handal yang mulai bermunculan. Hal ini karena komik dianggap sebagai media yang sangat efektif untuk mengantarkan ide/gagasan, selain tentu saja sebagai media hiburan. Di balik karakter komik yang menghibur tersebut, tidak jarang para komikus pun dapat menyisipkan gagasan-gagasan pentingnya. 
    Menyadari tentang pentingnya komik, Eksam Jurnalistik Putri Pondok Pesantren Al-Amin mengadakan pelatihan pembuatan komik pada hari kamis (11/1) di Grha Khodijah, Mojokerto. Pelatihan ini menghadirkan Fathoni, alumni angkatan 4 Pondok Pesantren Al-Amin, yang memang telah menekuni dunia komik di sosial media sejak 2015 dengan nama @komikacau. 
    Pelatihan ini dihadiri lebih dari 20 santri putri, baik tingkat Tsanawiyah maupun Aliyah. Banyak informasi penting yang didapatkan oleh santri dalam pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan tentang dunia komik secara lebih mendalam, peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang proses pencarian ide, penentuan karakter hingga proses editing komik menggunakan perangkat lunak.
    Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan santri anggota Eksam Jurnalistik Pondok Pesantren Al-Amin memiliki teknik dan kemampuan mengolah ide untuk disalurkan melalui media komik. Usmanur Dian Iswanti, koodinator Eksam Jurnalistik Putri, mengungkapkan pentingnya mengolah ide melalui media komik.
“Dengan menggunakan komik, kita bisa menyampaikan ide-ide kita dengan lebih menarik dan playful. Untuk itulah kami mengadakan kegiatan pelatihan ini,” ungkapnya, “selain itu, kami juga ingin meningkatkan kualitas komik di buletin kami, Buletin Ukhty,” pungkasnya. (Abid)

Facebook


Instagram

@alaminmojokerto