Tidak seperti biasanya, pada Rabu pagi (10/1) lalu terdapat tiga bus besar berjajar di depan Pondok Pesantren Al-Amin. Suasana pagi itu cukup cerah. Di sana terlihat para asatidz dan santri kelas 9 dan 12 berpakaian bersih nan rapi sedang mengantri memasuki bus. Mereka sedang bersiap-siap melakukan perjalanan ke Asrama Haji Sukolilo dalam rangka pelaksanaan Ujian Praktik Terpadu (UPT) tahun pelajaran 2017/2018 serta berziarah ke makam Awliya’. 
    Tahun ini, ujian praktik di Madrasah Tsanawiyah maupun Aliyah Pesantren Al-Amin memang tidak dilaksanakan seperti biasanya. Jika tahun lalu ujian praktik dilaksanakan di Pesantren, tahun ini, ujian praktik dilaksanakan di luar Pesantren. Tempat pelaksanaan ujian praktik yang dipilih adalah Asrama Haji di Sukolilo, Surabaya. Tempat ini dipilih karena memiliki penginapan yang cukup memadai bagi para santri dan juga fasilitas yang baik untuk memenuhi kebutuhan ujian praktik terpadu yang akan dilaksanakan. 
    Materi yang diujikan pada UPT kali ini mencakup beberapa pelajaran. Materi yang diujikan  untuk MTs antara lain yaitu Al-quran-hadist, IPA, Bahasa Arab, Fiqh dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk MA yaitu Al quran-Hadist, Fiqh, Bahasa Arab, Fisika, Kimia, Biologi, dan Olahraga. Semua pelajaran tersebut diujikan secara intensif selama satu hari, sehingga tidak terlalu banyak menggunakan waktu. 
    Banyak santri yang merasa senang dengan agenda baru ini. Selain karena mampu merubah suasana ujian menjadi lebih serius dan menyenangkan, fasilitas yang disediakan pun cukup memadai untuk melakukan ujian praktik. 
    “Saya lebih senang ujian seperti kemarin (UPT di Sukolilo), karena semua santri bisa lebih semangat dan bisa mengikuti semua dengan lebih serius. Suasana pun baru, sehingga membuat santri lebih semangat. Selain itu, fasilitasnya juga memadai untuk digunakan praktek,” ucap Gunur Mutia Maulidy, salah satu peserta UPT 2017/2018 dari kelas 12. 
    Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Fahmi Muzakki dari kelas 9. Dia mengungkapkan bahwa ujian praktik kali ini seru dan menyenangkan. Selain itu, karena sebelum ujian dilakukan ziarah awliya maka dia bisa lebih khusyu dalam berdo’a.
    “Ujian praktik kali ini lebih seru dan menyenangkan. Kita bisa berdo’a di makam para awliya sebelum ujian. Selain itu, ujian juga dilaksanakan dalam waktu lebih singkat,” ucapnya. (Amir#abid)

    

Facebook


Instagram

@alaminmojokerto