Diversifikasi Profesi Sebuah Harapan Menteri Sosial RI pada Lulusan Ponpes. Al-Amin Mojokerto

Post by : admin || 31 Juli 2016


Haflah Ikhtitamid Durus kesebelas memiliki beberapa perbedaan daripada haflah sebelumnya. Acara inti pada haflah kali ini dimulai pada pukul 18.30 WIB. Dibuka oleh santri generasi ke-14 yang membawakan lalaran nadhoman imrithi, salah satu pembelajaran ilmu nahwu yang diajarkan di Pondok Pesantren Al-Amin.

Rangkaian acara berlanjut dengan teatrikal puisi  yang berjudul Sembahyang Rumputan  oleh santri generasi 12 yang dikomandoi Rinaldy Assidiqi. Kegiatan ini merupakan implementasi tema yang menjujung tinggi nilai islam dengan renungan berupa puisi dan penghayatan mendalam . Adapun mentor tim teater kali ini adalah Ilmi Safrizal alumni angkatan ke-9 Pondok Pesantren Al-Amin yang saat ini melanjutkan studi di Universitas Pendidikan Indonesia.

Susunan Acara Haflah yang ke-3 adalah nyanyian Mars Al-Amin dan lagu Indonesia Raya yang dilantunkan oleh santri generasi 16 Pondok Pesantren Al-Amin. Mars Al-Amin merupakan lagu kebanggaan santri Al-Amin sebagai wujud cinta terhadap pondok pesantren tempat menimba ilmu. Penyusunan baitnya disesuaikan visi Al-Amin yakni Ilmu Amaliah Amal ilmiah  akhlaqul karimah. Adapun lagu Indonesia Raya merupakan tanda cinta santri Al-Amin pada tanah air.

Setelah pelantunan mars Al-Amin dan lagu Indonesia Raya usai, enam puluh lima santri dan santriwati  Pondok Pesantren Al-Amin satu persatu naik ke atas panggung untuk melakukan prosesi wisuda. Enam puluh lima santri dan santriwati yang telah menuntaskan enam tahun proses pembelajaran di  Pondok Pesantren Al-Amin tersebut tidak berhenti dalam usaha menuntut ilmu. Hal tersebut dibuktikan dengan diterimanya mereka di berbagai universitas di Indonesia, antara lain Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Gadjah Mada, UIN Sunan Ampel, UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Islam Malang, Universitas NU Surabaya, Universitas Brawijaya, Telkom University, dan lain sebagainya. Ada juga beberapa santri yang dengan mantap memilih kembali mendalami ilmu di pondok pesantren, beberapa di antaranya pesantren tahfidz Quran.

 “ Al-Amin memiliki kekeluargaan yang sangat kuat” ujar Farid Ilhamudin, salah seorang alumni Pondok Pesantren Al-Amin. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan haflah yang memerankan bukan hanya asaatidz, akan tetapi santri dan alumni juga ikut sebagai pertisipator aktif dalam haflah kali ini. Al-Amin merupakan lembaga pendidikan berbasis pesantren ala Nadhatul Ulama sebagai pencetak kader-kader penerus para ulama jadi santri yang telah lulus dari Al-Amin harus berjuang ditengah masyarakat dengan ke-Nu-anya begitulah tutur Drs. KH Muthoharun Afif Lc., M.HI. selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin.

Al-Amin memiliki struktur organisasi yang sangat detil, dimulai dengan perkumpulan sebagai pengelola keuangan pondok dengan begitu pengelolaan akan mudah dan cepat berkembang, buktinya kita lihat bahwa Pondok Pesantren Al-Amin merupakan pondok muda yang terus berkembang baik secara kualitas pendidikan maupun pelayanan, begitulah salah satu rangkaian sambutan Drs. KH Mas’ud Yunus, M.M  selaku ketua Badan Perkumpulan dan Sosial Al-Amin yang juga Walikota Mojokerto

Masuk pada rangkaian acara berikutnya, Haflah Ikhtitamid Durus ke-11 kali ini adalah ceramah Ilmiah dari Menteri Sosial Republik Indonesia yakni Khofifah Indar Parawansa. Beliau merupakan tokoh NU yang aktif dalam pemerintahan dan berada di garda depan dalam membela hak-hak kaum tertidas di negeri ini. Beliau  berpesan kepada para hadirin dan santri Al-Amin tentang pentingnya diversifikasi atau penganekaragaman profesi lulusan pondok pesantren. Seorang santri tidak harus jadi kiai dan hanya mendalami ilmu agama saja, akan tetapi ilmu umum juga tetap didalami. Menurut Bu Khofifah, santri Al-Amin harus bisa masuk di berbagai ranah, seperti masuk ke dunia militer, menjadi praktisi hukum, ahli pertambangan dan lain sebagainya. Beliau berharap orang yang mengelola sektor-sektor penting tersebut adalah orang yang mengerti agama. Hal ini sangat cocok dengan model pembelajaran di Pondok Pesantren Al-Amin yang mencetak generasi mumpuni baik dalam ilmu agama maupun ilmu dunia. (Harishul Ulum,  Santri Al-Amin, Tim Pemberitaan Media)



Komentar :

Android dan Komputer
12 Juli 2017 | 21:09:19 WIB

Kok blognya jarang di update ya min




Isi Komentar :
Nama :
Website :
Email :
Komentar :